Umat Islam di seluruh dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk penghormatan terhadap hari kelahiran nabi terakhir umat muslim.
MI Al Islamiyah Grojogan melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “MIGRO BERSHOLAWAT” Di kemas oleh Tim PAI MI Al Islamiyah Grojogan dengan bantuan seluruh GTK MI Al Islamiyah Grojogan.
Majelis sholawat tersebut menghadirkan Raden Abdul Haris Hamid (Gus Haris) Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Istadz Wonokromo, Pleret, Bantul.
Tamu undangan yang hadir diantaranya Ketua Yayasan Al-Islamiyah, Ketua Komite Madrasah dengan jajarannya, Ketua POT dengan beberapa pengurus, Ibu Hj. Rini Astuti, S.Pd., M.Pd (Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul), Guru dan Tenaga Kependidikan, Guru Tahfidz, serta murid kelas 1 – kelas 6 berjumlah 482 siswa.
Jumlah yang hadir pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Al Islamiyah Grojogan diperkirakan mencapai 700 jama’ah yang dipusatkan di halaman Masjid Baitul Amin Grojogan Wirokerten Banguntapan Bantul.
Dalam sambutannya Thibyani Mubarok selaku Kepala Madrasah mengatakan, ada 3 hikmah utama peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, diantaranya :
Pertama : perayaan maulid bisa menambahkan kecintaan kita kepada baginda Muhammad SAW.
Dalam perayaan maulid dengan membacakan Riwayat beliau baik dalam maulid Barzanji, Dziba’i atau Simtuduror dengan mengartikan setiap bacaannya akan menumbuhkan rasa kagum yang luar biasa pada Rasulullah manusia yang memiliki kesempurnaan.
Hal ini dapat menumbuhkan kecintaan yang mendalam kepada beliau, sehingga kita benar-benar berterima kasih kepada Allah SWT yang telah mengutus beliau sebagai rahmatan lil alamin.
Kedua : memahami sejarah perjuangan Baginda Muhammad SAW.
Di dalam memperjuangkan Islam, Rasulullah begitu mengalami banyak kesulitan, masalah, dan bahkan ancaman pembunuhan. Harta benda, tenaga, pikiran, bahkan nyawa menjadi taruhannya dalam mensyiarkan agama Allah.
Di dalam berjihad Rasulullah bukan sekadar mengajak dan memerintah para sahabatnya saja, melainkan beliau juga langsung turun ke medan perang. Beliau ikut dalam perang Badar, Uhud, dan khandak. Maka kita yang menjadi umatnya tidak akan mungkin sanggup mengikuti Rasulullah dan para sahabat di dalam menegakkan kalimat lailahaillallah. Sehingga bagi kita cukuplah memperjuangkan Islam sesuai kemampuan kita dan kesesuaian era masyarakat modern saat ini. Salah satunya adalah berbahagia dan merayakan maulid Nabi besar Muhammad SAW.
Ketiga : Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan bisa menjadi cerminan kita untuk mengikuti dan meniru akhlak Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah (suri tauladan yang baik).
Keseruan dan kekhusyu’an jama’ah dalam mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 H sangat terasa, dari awal sampai akhir seluruh jam’ah mengikutinya dengan semangat.
Tak kalah semangatnya, para murid berebut untuk berjabat tangan dengan Gus Haris usai pelaksanaan Majelis Sholawat. Dengan ramah Gus Haris menyalami seluruh murid MI Al Islamiyah Grojogan. Anak-anakpun sangat bergembira.
Lebih lengkap, dapat dilihat pada channel berikut : https://www.youtube.com/watch?v=VCcfoWdTqTI&t=1613s

Sukses dan jaya selalu
Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhamammad…..
Tetap semangat